Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeSekelumit perjalanan hidupkuFeb 11, 2007
Namaku: Iik Tohara Lahir di Bandung tanggal 26 Maret 1970, nickname di skypee menggunakan nama Salman_geraudy (nama anakku tercinta) sedang username di facebook aku sering dikenal sebagai Ohara West Java kadang Bambang S......... Bekerja dan mengabdi untuk Masyarakat miskin lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM MPk), awalnya bergabung di PNPM MPk tahun 1999 tanpa di sengaja.... tugas pertama sebagai tenaga pendamping (Fasilitator) di Kota Tangerang selama 2 Tahun, kemudian pindah ke jawa Timur dengan daerah dampingan di Kota Tuban-Lamongan dan Bojonegoro, tahun 2005 pindah tugas ke Nanggroe Aceh Darussalam untuk program Pilot Project P2KP dan tahun 2006 sampai sekarang bertugas di Maluku meliputi wilayah Kota Ambon-kab. Maluku Tengah dan Kota Tual...... Semoga Allah senantiasa membimbingku ke arah yang benar... Amiiin

Blog EntryFeb 21, '12 12:01 PM
for everyone


Rumah Digital Dalam Komputer, Mau?


Anda ingin mendesain rumah sendiri ??? Jangan takut walaupun anda bukan seorang arsitek, anda bisa dengan mudah mendesain rumah impian saudara.



Untuk itu kami akan memberikan sedikit tips agar anda bisa mendesain sendiri rangka rumah anda. Bahkan, dengan beberapa aplikasi berikut, anda dapat membuat letak-letak perabotan sendiri. Menyenangkan bukan!

ALNO AG Kitchen Planner
Beberapa orang tentunya ingin sekali memiliki suatu ruangan yang indah, dapur misalnya. Adalah ruangan idaman para ibu rumah tangga. Keingingan itu bisa anda wujudkan dengan aplikasi bernama ALNO AG Kitchen Planner. Aplikasi ini bisa di download  secara gratis melalui  http://adf.ly/5dG8h (Tunggu 5 detik lalu setelah muncul skip Add di pojok kanan atas lalu klik skip add tersebut dan selanjutnya silahkan download)

Rumah Digital Dalam Komputer, Mau? Image

Salah satu keunggulan dari aplikasi ini adalah membuat suatu rangkah rumah dalam bentuk 3D. Membuatnya seakan-akan nyata.

Kolo Bathroom
Aplikasi ini dapat di guna kan dengan mudah oleh siapapun. Secara khusus, aplikasi ini di program untuk mendesain kamar mandi. Yang perlu anda lakukan adalah menentukan ukuran ruangan.
Rumah Digital Dalam Komputer, Mau? Image
Elemen-elemen penting dari kamar mandi juga termasuk di dalamnya, seperti shower, sabun mandi, gayung, dan lain sebagainya. Aplikasi ini juga menampilkan hasil ke dalam bentuk 3D. Dan lebihnya, aplikasi ini tak membutuhkan ruang space untuk Installasi karena berkonsep portable. Aplikasi ini bisa di unduh di http://adf.ly/5dGnT   (Tunggu 5 detik lalu setelah muncul skip Add di pojok kanan atas lalu klik skip add tersebut dan selanjutnya silahkan download)

Sweet Home 3D
Nah, kami sudah memberikan dua aplikasi yang bisa anda kelola untuk membuat rumah. Masih kurang? ada Sweet Home 3d. Aplikasi ini dapat mendesain seluruh ruangan. Mulai dari halaman depan rumah, ruang tamu sampai dengan kamar mandi. Interfacenya pun cukup mudah apalagi menggunakannya, tinggal klik dan seret satu-satu properti rumah ke dalam rangkah ruangan yang sudah Anda buat.
Rumah Digital Dalam Komputer, Mau? Image

Langsung saja menuju situs resminya untuk men-downloadnya. Di http://adf.ly/5dGyl    (Tunggu 5 detik lalu setelah muncul skip Add di pojok kanan atas lalu klik skip add tersebut dan selanjutnya silahkan download)
Nah, mungkin di awal tahun 2012 ini anda sudah berniat untuk merenovasi rumah anda? 3 aplikasi di atas menurut kami adalah pilihan tepat untuk mengkonsepnya. Silahkan di coba.
Jangan lupa juga untuk selalu meng-update versi-versi terbaru dari software tersebut agar terdapat fitur yang lebih baru lagi di dalamnya.

(oleh: Iik Tohara)

Sore itu Rabu tanggal 1 desember 2010 saya ditemani Darusman (TA CB) dan Ilham Dubhan (Korkot Ambon) sesuai janji yang disepakati bertemu dengan salah seorang Relawan Kota di Kota Ambon yaitu Max Maswekan, M.Si di Warung Kopi paling terkenal di Kota Ambon yaitu Cafe Joass. Sebenarnya saya belum pernah  bertemu dalam situasi santai seperti sore hari itu.... biasanya saya kalau ingin bertemu dengan beliau pasti saya langsung menemuinya di kantor tempat bekerja. Tapi Alhamdulillah sore itu saya bisa bertemu dalam keadaan rileks sehingga kami bisa berdiskusi sangat santai dengan beliau.

Beliau kelahiran Larat Maluku Tenggara Barat 16 Maret 1963, Orangnya  sangat bersahaja rendah hati dan enak diajak diskusi . Kalau ditanya soal kesibukannya jangan ditanya lagi, kesibukan di kampusnya begitu padat selain dia sebagai Dosen di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) beliau juga menjabat sebagai Dekan FISIP di Universitas tersebut.  Selain itu beliau juga sangat aktif  kegiatan organisasi dan kemasyarakatan, beliau dulu pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat mewakili salah satu partai tertentu, aktif di Paguyuban daerah tempat lahirnya di Kota Ambon, Aktif di organisasi gereja, aktif sebagai peneliti dan penulis, Aktif di Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) sebagai Koordinator KBP Kota Ambon dan masih banyak kegiatan lainnya yang beliau sandang sampai-sampai beberapa kegiatan yang biasa beliau aktif di dalamnya karena terlalu padatnya kesibukan beliau maka beliau lepaskan dan delegasikan kepada bawahan atau juniornya.

Sudah sangat lama saya mengenal beliau  k.l 4 tahun yang lalu tapi penampilan dan kehangatan beliau sampai saat ini masih tetap sama tidak berubah sedikitpun.  Sore itu kami bertemu dengan beliau untuk sebuah urusan yaitu pelaksanaan Loka karya PNPM MP tk. Provinsi Maluku.  Saya tahu, waktu beliau sangat sempit karena segudang aktivitasnya sehingga sayapun sedikit ragu (Hope-less)  apa beliau mau jadi pembahas dalam Lokakarya yang akan dilaksanakan tanggal 16 Desember 2010 minggu depan. Namun seperti biasa setiap ada kegiatan PNPM dan saya minta tolong untuk beliau ikut berpartisipasi..... beliau tidak pernah sekalipun menolaknya, beliau selalu berusaha menghadiri undangan kami  walau kadang di beberapa kesempatan beliau datang terlambat karena memang beliau sangat sibuk........ tapi saya sangat apresiatif kepada beliau walau sesulit apapun beliau tetap datang. Jarang saya menemukan orang semacam beliau ini, kepedulian sosialnya sangat tinggi, kepedulian terhadap isue-isue sosial terutama masalah kemiskinan sudah tidak bisa diragukan lagi, setiap ada seminar/ work shop tentang isue Kemiskinan pasti beliau hadir di dalamnya dan memberikan kontribusi pemikiran yang sangat konstruktif. Jika beliau diskusi beliau tidak pernah terlihat emosional, karakter sebagai seorang akademisi ia munculkan, analisis terhadap berbagai persoalan sangat tajam tapi tetap ia sampaikan secara santun sehingga semua orang sangat respek kepadanya.


Suatu ketika ada seorang sobat yang kebingungan dengan ponselnya. Dia ingin berkirim sms ke sahabatnya di seberang lautan namun selalu gagal. Selidik punya selidik peristiwa ini terjadi setelah ponselnya dipinjam tetangganya padahal sebelumnnya normal-normal saja. Saya coba membantunya dengan melihat setting SMS apakah ada yang keliru, dan ternyata benar saja setting pada Service Centre SMS atau Pusat Pesan SMS ada satu digit yang kurang. Dengan menambahkan satu digit angka pada Pusat Pesan SMS tersebut akhirnya saya berikan ponsel tersebut untuk dia coba dan langsung wajahnya berseri-seri. Dia mengucapkan terima kasih karena telah berhasil SMSan dengan sahabatnya.

Begitulah, ” akibat nila setitik rusak susu sebelanga ” akibat terhapus satu karakter dari setting Service Centre SMS maka komunikasi lewat smspun jadi terputus. Saya akan memberikan daftar Service Centre SMS untuk operator GSM di Indonesia. Inilah daftarnya ……

SIMPATI dan AS   +6281100000
PRO XL               +62818445009
MENTARI             +62816124
IM3                     +62855000000
3                        +6289644000001
AXIS                    +628315000032
LIPPOTEL             +62835000031

Untuk CDMA tidak diperlukan setting pusat pesan sms seperti diatas karena sudah otomatis. Perlu sobat perhatikan penulisan setting tidak boleh ada spasi dan harus ditulis lengkap. Semoga bisa bermanfaat. Salam hangat.


Blog EntryMar 15, '10 12:21 PM
for everyone
Perintah menunaikan zakat merupakan petunjuk pengabdian hamba kepada Sang Khalik, itulah kensekuensi keimanan yang harus senantiasa dilaksanakan oleh setiap orang beriman. Membayar zakat adalah bentuk empati kepedulian orang beriman terhadap sesama kaum mukmin.Tampak jelas bagaimana Allah SWT memberikan 'jaminan yang haq' bagi hamba-hambaNya yang memiliki kepedulian terhadap sesama (kaum fakir miskin). Itulah fenomena akhirat golongan orang-orang kanan yang dengan gamblang diberitakan kepada kita dalam QS Al Mudatsir:

Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya, kecuali orang-orang di sebelah kanan, mereka berada di taman-taman surga saling bertanya tentang orang-orang durjana, Apakah sebabnya kamu diceblos ke dalam neraka? Mereka menjawab, Kami bukan golongan orang yang sholat dan kami tiada memberi makan orang yang miskin. Kami asyik membicarakan kebatilan dengan orang yang berbuat kebatilan itu, dan kami mendustakan hari pembalasan (QS Al Mudatasir 38-46)

Rasululllah SAW pun membawakan berita gembira bagi mereka yang peduli (menunaikan zakat): Tidak ada seorang hamba pun menunaikan sholat lima waktu, puasa ramadhan, menunaikan zakat dan menjauhi dosa besar kecuali dibukakan untuknya pintu-pintu surga dengan sambutan salam kedamaian (HR an Nasai dan Ibnu Majjah).

Disisi lain Beliau memberikan peringatan keras kepada mereka yang tidak menunaikan kewajiban zakat: Bahwa tidak ada suatu kaum yang menahan zakat hartanya (tidak menunaikan) kecuali Allah menahan hujan untuk mereka, sekiranya tidak ada binatang niscaya sama sekali tidak akan diberi hujan (HR Ibnu Majjah)

Attachment: Software Hitung Zakat.exe

Photo AlbumOPNAME KEGIATAN LAPANGANDec 24, '09 10:18 PM
for everyone


LinkJun 14, '09 3:37 AM
for everyone

LinkMay 9, '09 6:05 AM
for everyone


Blog EntryMay 5, '09 4:20 AM
for everyone

Carita Saaya-aya kénging Dadan Sutisna

Ampir mareng jeung Piala Éropah, di désa kuring gé aya kompetisi maénbal. Nu miluanana ti saban lembur. Ari poé tadi, kuring nu jadi palatih Tim Buladig ti lembur Ciboléd, manggih kareuwas. Tapi, sigana lain kuring wungkul nu reuwas jeung keuheul téh, nu séjénna gé pasti kitu.

Ti méméh maen ge, geus henteu pararuguh. Si Usro, sakadang kiper, nu ngariweuhkeun téh. Dina gempungan peuting kamari, manéhna siap jadi kiper. Naha ari rék der maén, ngadak-ngadak hayang jadi penyerang.

“Ari manéh kumaha Usro, apan euweuh deui kiper?”

“Ah, da kuring mah hayang maju!” pokna.

“Loba anu rék maju mah, lamun kiper euweuh!” ceuk nu séjénna.

Tapi Si Usro mani keukeuh. Mangkaning wasit geus niup piriwit. Beu, cilaka. Mangkaning geus tujuh kali maén téh, éléh baé. Tim Buladig mah ukur méré poin ka batur. Tah, dina pertandingan ayeuna mah teu meunang henteu kudu meunang. Ngarah mitos Tim kuring purah méré poin téh rada kaubaran.

Malah saméméh waktuna maén téh, anggota Tim kuring ngider néangan méjik. Nu ka kulon, nu ka kidul, awahing hayang meunang. Para pamaén geus ngarinum cai ti dukun, ngarah jagjag cenah. Bal geus dijampéan ku Bah Dasmin, ngarah bisa asup kana gul lawan. Malah henteu kapalang, poé éta mah digusur jeung dukunna. Sina nungguan gul, sakalian jajampéan.

Kari-kari ayeuna, kiper hiji-hijina bet murengked embungeun. Mangkaning piriwit geus disada. Barudak geus sésépakan, pamanasan. Ari gul can aya nu nungguan.

“Buru atuh, Usro!” ceuk kuring rada nyentak.

“Na sia téh mani hararésé!” ceuk Bah Dasmin, bari regeyeng Si Usro dipangku sina diuk lebah gul. “Ngajedog di dinya!” ceuk dukun Tim kuring téh.

Taun ieu, kompetisi maén bal téh leuwih ramé ti batan saméméhna. Komo apan, mani mareng pisan jeung Piala Éropah. Nu miluanana gé nepi ka 20 kleub. Najan lapangna di lamping pasir, nu lalajo ngagimbung baé. Awéwé-lalaki, aki-aki jeung nini-nini, gogorowokan méré sumanget. Paheuras-heuras genggerong.

Lembur kuring gé henteu tinggaleun. Tim Buladig nu geus ampir pareum, sina carengkat deui. Kapaksa kuring jadi opisial, sakalian jadi pelatih, da euweuh deui nu ngurus barudak. Kangaranana kleub dadakan atuh, pamaénna gé saaya-aya. Malah dina maén mimiti mah, Aki Adud nu geus rérémpo kapaksa sina ngajejegan. Ngan ayeuna mah geus henteu maén, bincurangna geuneuk kajejek lawan.

Lantaran pamaén paspasan, atuh kiper gé ukur hiji, teu boga cadangan. Si Usro nu jadi kiper téh, da nu séjénna euweuh nu bisaeun. Kungsi Si Obar dilatih, kalahka matak paur nu nénjona. Ngadadak lingas bal téh dina leungeun Si Obar mah.

Geus tujuh kali maén, terus-terusan éléh. Wiwirang wé. Nu matak sakali ieu mah, kudu meunang. Matak ngondang dukun gé.

Ari karah ku dipaksa mah, Si Usro teu burung daék nyicingan gul. Ngan kawas nu cileureun, malah katémbong mindeng pisan ngalamun.

“Sing rancingeus atuh, Usro!” Bah Dasmin sesentak bari teu eureun gegereyeman, mapatkeun jangjawokanana.

Der, pertandingan dimimitian. Tim Buladig ngalawan Tim Ramijud. Ramé maén téh, da puguh sarua belegugna. Ngadu pisik téh ieu mah lain bohong. Silih sénték, silih sébréd. Kartu kuning geus henteu kacaturkeun lobana.

“Montong kawas rek gelut atuh maén téh!” kuring gogorowokan, pédah barudak ngadadak henteu sportip. Teuing mun neuteuli kénéh mah, pédah taun kamari dilosin pisan ku Tim Ramijud téh.

Téhnik anu dibikeun ku palatih téh henteu dipaké. Nu puguh mah, maén jadi kurang kontrol. Si Apoy ngabodi, lawan nepi ka tisuksruk kana kamalir, terus haharegungan bari nyekelan bujur nu titeundeut kana taneuh teuas. Puguh baé Si Apoy dibéré kartu kuning. Untung teu kartu mérah gé.

Babak kahiji mah gedeg. Bal euweuh nu ngalanto kana gul. Si Usro gé ukur ngajentul. Gancang dibéré pépéling.

“Montong kasar teuing maén téh. Sareukseuk nénjona. Tuh ténjokeun pamaén Walanda, apan sakitu cantikna!”

“Da ituna nu ngajak kasar!” ceuk Si Apoy.

“Keun baé. Nu penting mah téhnik dipaké, ngarah éndah katémbongna!” ceuk kuring.

“Ku Abah dijampé ti kajauhan!” Bah Dasmin nyelengkeung.

Babak kadua geus dimimitian. Enya baé ayeuna mah barudak téh henteu kasar teuing. Teuing mun geus carapéeun mah. Ngan naha atuh, bal bet dibabawa baé ku lawan. Malah aya kesan disatengah-lapangkeun. Mang Oji, striker Tim Ramijud mani seserentengan. Bal terus dibawa ka deukeut gul. Éta nu matak keuheul téh, Si Usro kalahka nyarandé kana tihang gul.

“Téwak Usro!”

“Kalah ka ngajedog atuh!”

Si Usro cicing baé. Puguh bae Mang Oji asa dibéré kasempetan. Bal disepak sahabekna. Semu bangbaraan. Geblos, ger nu lalajo surak.

Lain sakali dua kali kituna téh. Unggal Mang Oji mawa bal, Si Usro kalah ka nanghunjar lambar. Bangun teu daya teu upaya. Geblos deui. Surak deui. Bah Dasmin tangka beureum beungeut. Jangjawokanana henteu metu.

Sekor geus 0-5. Wiwirang keur kuring mah. Nyel ambek ka Si Usro. Terus digusur ka luar. Cul baé gul mah euweuh nu nungguan.

“Ari manéh kumaha, Usro? Rék nyilakakeun Tim sorangan?”

Si Usro anggur ngabetem. Teu lémék teu nyarék.

“Éta gul euweuh nu nungguan!” nu lalajo patinggorowok. Serenteng aya aki-aki, rék mélaan tadina mah. Tokroh-tokroh jadi kiper. Ngaganti Si Usro.

Komo dikiperan ku aki-aki atuh. Enya ari katewakna mah. Bubuhan bal ngagéléték ka hareupeun.

“Talapung, Ki!” ceuk Bah Dasmin.

Abong aki-aki. Geblos téh kalah ka ditalapung ka gul sorangan. Ger nu lalajo surak.

“Dibuang ku aki mah balna!” pokna teu kireum-keureum.

Nepi ka bérésna maén, sekor matak hanjelu, 0-7. Henteu nyalahkeun sasaha deui, kabéh gé ambek ka Si Usro. Diperekpek ku saréréa. Dinaha-naha.

Najan semu ngadégdég, Si Usro teu burung ngadadarkeun alesanana. Cenah, Mang Oji téh pimitohaeunana. Basa poe kamari Si Usro nganjang, Mang Oji ngancam.

“Lamun témbakan déwék ditéwak, eureun siah bobogohan jeung Si Unéh téh!”***


Blog EntryApr 3, '09 7:17 PM
for everyone
<p><strong>Andra & The Backbone - Sempurna</strong></p> <p>kau begitu sempurna<br /> di mataku kau begitu indah<br /> kau membuat diriku<br /> akan selalu memujamu<br /> <span style="color:#333333;">*courtesy of LirikLaguIndonesia.net</span><br /> di setiap langkahku<br /> ku kan selalu memikirkan dirimu<br /> tak bisa ku bayangkan <br /> hidupku tanpa cintamu</p> <p>* janganlah kau tinggalkan diriku<br /> takkan mampu menghadapi semua<br /> hanya bersamamu ku akan bisa</p> <p>reff:<br /> kau adalah darahku<br /> kau adalah jantungku<br /> kau adalah hidupku<br /> lengkapi diriku<br /> oh sayangku kau begitu <br /> sempurna, sempurna</p> <p>kau genggam tanganku<br /> saat diriku lemah dan terjatuh<br /> kau bisikkan kata<br /> dan hapus semua sesalku</p> <p>repeat *<br /> repeat reff</p> <p>repeat *<br /> repeat reff</p> <p><a href="http://liriklaguindonesia.net/a/andra-and-the-backbone/andra-the-backbone-sempurna/">Lirik lagu Andra & The Backbone - Sempurna</a> ini dipersembahkan oleh <a href="http://liriklaguindonesia.net" title="Lirik Lagu Indonesia">LirikLaguIndonesia.Net</a>. Kunjungi <a href="http://downloadlaguindonesia.net" title="Download Lagu Indonesia">DownloadLaguIndonesia.Net</a> untuk <a href="http://downloadlaguindonesia.net/downloadmp3terbaru/">download MP3 Andra & The Backbone - Sempurna</a>.</p>

Blog EntryMar 31, '09 12:34 PM
for everyone

Oleh: Amie Chriswanto

Fasilitator P2KP

 

Potret kemiskinan kini kian jelas terangkat ke permukaan disusul universalilasi idealisme komunitas pro keadilan dan demokrasi, lantaran merasa terusik menyaksikan betapa telah terjadi dehumanisasi yang luar biasa secara global. Kemerosotan nilai-nilai yang mengandung unsur kebaikan telah menggugah nurani kemanusiaan mereka untuk berbicara dan melembagakan nilai-nilai tersebut secara simultan, hanya demi satu tujuan akhir; membela kaum tertindas akibat ketidak adilan para spekulan kemanusiaan yang semakin merangsek ke seluruh dimensi kehidupan sosial dewasa ini.

Realitas diatas menjadi imperatif terintegrasinya getaran hati anak bangsa dalam sebuah gagasan konstruktif yang terwakili lewat kebijakan pro poor “Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan” (PNPM P2KP). PNPM P2KP adalah kombinasi antara pikiran reflektif dan hati nurani terhadap kondisi kekinian dan masa depan bangsa. Gagasan atau ide humanis yang tertuang dalam program partisipatif seperti PNPM P2KP terasa menjadi solusi efektif menjawab kompleksitas persoalan kemiskinan terkhusus di daerah perkotaan. Daerah urban atau perkotaan dijadikan alasan teritorial orientasi program bukan hanya sekedar untuk mendekati birokrasi pemerintahan yang dalam tanda petik menjadi kunci bagi kemudahan dan kelangsungan program dari sisi regulasi dan keproyekan semata, tetapi jauh daripada itu tersirat kesungguhan dan ketulusan yang dipadukan menantang prilaku, karakter dan moralitas yang telah digerogoti keserakahan dan ketidak adilan. Fenomena ini mulai nampak pada daerah-daerah perkotaan di Indonesia.

Masyarakat perkotaan adalah gambaran perubahan dan dinamika sosial yang setiap saat sangat cepat teraplikasi bahkan mulai mengakar menjadi gaya hidup masyarakat modern yang individualistik, padahal di tengah-tengah krisis moralitas, nilai dan keadilan seperti sekarang ini kebersamaan, kepedulian, keikhlasan dan keadilan adalah harga mati yang harus dibumikan. Sejak dilaksanakan tahun 1999, P2KP secara menyeluruh telah menginfentarisir dan terus menerus membongkar struktur anatomi kemiskinan yang sangat menggejala di daerah urban dan perkotaan. Indikasi ini semakin menguat karena perbauran karakteristik, budaya serta pesatnya pertumbuhan teknologi informasi yang tidak terfilterisasi akibat daya proteksi pranata sosial yang mulai melemah, tetapi dalam perjalanan P2KP selama ini telah tejadi banyak perjumpaan yang menghadirkan cerita-cerita menarik. Memang sangat menyentuh dan menyayat hati ketika bersilaturahmi dengan masyarakat miskin perkotaan yang hidupnya sangat memprihatinkan, tetapi di sela-sela pertemuan ada rasa haru karena ternyata masih banyak orang yang memiliki nilai-nilai kebaikan dalam dirinya, pasalnya dengan ikhlas dan penuh ketulusan mau menumpahkan segala yang dimilikinya baik waktu, tenaga, pikiran bahkan materi untuk membantu sesama walaupun yang diberikan sebenarnya kekurangan yang dimilikinya. Konkritnya, dengan pemikiran yang sederhana, materi dan waktu yang terbatas namun masih sempat memberikan perhatian kepada orang lain meskipun dirinya berada dalam kondisi yang sama dengan orang yang dibantunya.

Berangkat dari fakta empirik diatas maka tidak perlu dipolemikan lagi karena telah jelas inti dari persoalan kita adalah “nilai-nilai kemanusiaan yang harus ditumbuhkan kembali”. Hal ini adalah modal sosial yang harus ditularkan dan jangan hanya dilakukan karena tuntutan pemberdayaan yang ditawarkan oleh program-program pemerintah saja karena harus diingat bahwa program pemerintah (salah satunya P2KP) hanya merupakan instrumen program yang merangsang kemunculan nilai-nilai tadi, selebihnya kita harus dikuatkan dan menguatkan diri. Yakinlah “ketika kita peduli, kita bisa atasi” masalah kita bersama. Jadilah pelaku-pelaku P2KP yang komit terhadap penyelesaian masalah kemiskinan. Prinsipnya, bersama P2KP kita wujudkan pembangunan masyarakat demi “terwujudnya masyarakat madani yang maju, mandiri dan sejahtera dalam lingkungan pemukiman sehat, produktif dan lestari” (visi P2KP). Sekali lagi, pembangunan masyarakat dan jangan berubah menjadi pembangunan di masyarakat. Artinya, masyarakat harus membangun diri dan lingkungannya sendiri bukan sebaliknya selalu mengharapkan campur tangan pihak luar dalam menyelesaikan masalah didalam masyarakat. Menjembatani proses ini, perlu adanya sikap pro aktif pemerintah dan ini sudah mulai ditunjukkan. Masyarakat dalam konteks partisipatif telah dilibatkan dalam agenda-agenda perencanaan dimana akses ini dibuka bagi masyarakat untuk duduk bersama pemerintah membicarakan, menyampaikan sekaligus merumuskan hasil penjaringan aspirasi menjadi program pembangunan. Musrenbang adalah salah satu contoh partisipasi masyarakat.

 Menurut Bung Rury Moenandar, Salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku yang ditemui TIM IV Faskel Ambon di kediamannya, Beliau mengatakan bahwa dalam tanggung jawab sebagai legislatif peran parlemen harus dimaksimalkan dalam rangka mendorong sinergitas seluruh stakeholder karena pemberdayaan haruslah di direct langsung ke masyarakat dan ini tidak mungkin berjalan sendiri tanpa pendampingan dan back up dari pemerintah.Selama ini program-program pemberdayaan sudah cukup baik dilaksanakan tetapi koordinasi lintas institusi belum terealisasi maksimal karena kran komunikasi antara pemda dalam hal ini Bappeda dengan Dewan terkesan mandek, disamping itu LSM-LSM atau lembaga pemberdayaan lain melihat setiap program pemerintah sebagai Rival. Sebenarnya LSM-LSM harus membangun kemitraan dengan Lembaga-lembaga yang menjalankan program pemerintah atau sebaliknya. Bung Rury yang juga Ketua komisi C di DPRD Maluku menginginkan Konsep PNPM Mandiri harus disosialisasikan ke Dewan agar DPRD mengetahui dan menyadari perannya. Ketika di tanyakan Apakah PNPM Mandiri adalah kebijakan yang di dorong Guna mendongkrak popularitas pemerintah pusat? Beliau menjawab saya kira tidak karena program ini sudah di desain dan disiapkan khusus oleh pemerintah dan siapapun yang menjadi Presiden mendatang harus melanjutkan PNPM Mandiri yang adalah tindak lanjut dari kesepakatan internasional tentang capasity building dan milenium Development goal’s.  Jelaslah bahwa PNPM P2KP menginginkan sebuah sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Kemampuan masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah secara implisit tidak lepas dari skenario P2KP. Sejauh ini masyarakat telah mengakui manfaat dari P2KP, bukan sekedar persoalan mengakses dana saja tetapi juga proses pembelajaran peningkatan kapasitas dan daya saing. Masih terlintas dalam ingatan saya, pernah salah satu kelompok swadaya masyarakat yang usulan permohonan bantuannya dijawab salah satu Dinas Pemerintahan karena kemampuan mereka meyakinkan dinas tersebut lewat usulan proposal hasil belajar dari P2KP. Tidak bermaksud memuji P2KP, tetapi itulah kenyataannya. Oleh karena itu, marilah bersama P2KP membangun kemandirian. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat bagi kemaslahatan masyarakat, jangan tanyakan apa yang telah diberikan masyarakat tetapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada masyarakat. Masyarakat, pemerintah dan kelompok peduli manapun adalah pilar pembangunan yang harus bergandengan tangan membumi hanguskan kemiskinan. Sekedar melengkapi pikiran sederhana dalam tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa sebagai masyarakat kita harus cerdas dalam menyikapi setiap perubahan. Tindakan legal represif pemerintah membendung interupsi sosial bukanlah bentuk kekejaman terselubung tetapi pengejewantahan pertimbangan logis atas kebijakan global. Kita jangan pesimis dengan lonjakan harga minyak, apalagi anarkis menghadapinya. Memang berat, tetapi yang lebih berat adalah tanggung jawab bersama menatap dan menjawab prospek bangsa ini. Pemerintah pun demikian, janganlah membentuk diri menjadi yang ditakuti (Niccolo Machiavelli, Ill Principle - 1530), karena kebijakan-kebijakan sektakuler yang mengejutkan rakyat. Alangkah baiknya kecintaan terhadap rakyat dijadikan legitimasi yang menguatkan keyakinan rakyat akan otoritas pemerintah sehingga kontrol total terhadap rakyat membuahkan keharmonisan dan kesejahteraan. Semoga tulisan ini menjadi refleksi bersama demi menggapai masa depan yang lebih cerah.


Blog EntryMar 31, '09 9:23 AM
for everyone

(Sebuah refleksi memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-63)

Oleh Irham Manggala, Relawan P2KP Kelurahan Honipopu

 

        (Disetiap hati kecil manusia senantiasa  terdapat rasa cinta akan kebaikan, keindahan dan  hukum dan keadilan yang sejati, bergemalah detak-detak kesucian sebab setiap insan itu merupakan sebagian dari Nur Tuhan yang Maha Pemurah, Adil dan penuh kasih sayang meskipun detak-detak kesucian itu dapat terselubung dan ditutupi oleh kabut tebal kepemilikan, ketamakan, kejahatan dan aneka ragam kedholiman, namun tetap ada, serta tidak dapat dihilangkan laksana cahaya abadi, Socrates)


         Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S Al Imran: 104)

 

 

 
 

 

 

 

 

 

   

 Sudah 63 Tahun Indonesia Merdeka akan tetapi masih banyak rakyat Indonesia yang masih merasakan hidupnya belum merdeka, hidupnya masih terbelenggu ketidak bebasan sebagai manusia yang benar-benar manusia seutuhnya; Menyekolahkan anak sulit, mencari kerja susah, berobat ke rumahsakit tidak sanggup  bahkan sekedar mengeluarkan ide dan pendapatpun dihantui ketakutan luar biasa  sementara dilain fihak sebagian masyarakat bisa menikmati hidupnya secara merdeka  bahkan kemerdekaannya tersebut kadangkala merampas kemerdekaan dari  fihak lain, penomena sosial ini sudah lama terjadi sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945 dan mengalamai proses akumulasi dari masa ke masa menjadi berbagai  gejolak sosial di negeri tercinta ini.  Gejolak sosial tersebut mencapai  titik kulminasi dengan gerakan repormasi yang dimotori para mahasiswa yang ditandai dengan jatuhnya rejim Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto, alm.

 Perubahan menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar lagi, kemerdekaan sebagai manusia seutuhnya menjadi cita-cita bersama sebagian besar rakyat Indonesia, akan tetapi perubahan yang diharapkan begitu lamban dan mendapat banyak tantangan seperti disinyalir oleh  Sri Edi Swasono dalam ceramahnya dalam  Diklatpim Tk. II, beliau  melihat tiga strata di Indonesia dalam konteks perubahan di zaman  reformasi ini sebagai berikut:

  1. KelompokI Elit (atas), mempunyai puisi seperti sajak karangan Chairil Anwar sebagai berikut: Aku.... Aku ingin hidup seribu tahun lagi.  Kelompok ini adalah kelompok status quo yang ingin selalu menikmati kemudahan fasilitas dan tidak mau ada perubahan.
  2. Kelompok menengah, Pada kelompok ini sebenarnya harapan perubahan digantungkan, akan tetapi sebagian dari mereka selalu mengumandangkan nyanyian: di sini senang di sana senang di mana-mana hatiku senang....
  3. Kelompok rakyat jelata, jangankan untuk berfikir hal-hal yang sulit untuk makan besok pagipun sulit.

 

Peralihan dari orde Baru ke Orde reformasi pada awalnya menawarkan harapan baru  terjadi perubahan akan  tetapi Perubahan yang diharapkan tersebut ternyata tidak kunjung terjadi, bahkan permasalahan menjadi semakin akut, contoh kasus korupsi yang menyeret sejumlah anggota Dewan dan pejabat Bank Indonesia dan Pejabat Kejaksaan Agung menjadi kasus mutakhir yang mencerminkan sikap mental tidak baik dari sebagian masyarakat kita, tindakan kriminal, persoalan kemiskinan seperti gizi buruk, pengangguran dan penyakit-penyakit sosial lainnya  tumbuh subur  dimana-mana, KKN sudah menjadi gaya hidup/ budaya yang di anut oleh sebagian besar bangsa ini sehingga tidak ada ruang sedikitpun yang bisa bebas dari cengkramannya.

 

Sesungguhnya persoalan yang mendasar yang dihadapi oleh bangsa ini adalah telah lunturnya nilai-nilai luhur kemanusian yang selama ini mendasari setiap perbuatan masyarakat, nilai-nilai luhur tersebut tercermin dalam sikap-sikap tenggang rasa, peduli antar sesama, hidup tolong menolong, gotong royong. semua tata nilai yang telah terbentuk ratusan tahun tersebut telah tergerus oleh derasnya arus moderenisasi. Era Moderenisasi  ditandai dengan semakin menjamurnya budaya hedonististik yang  menjerumuskan masyarakat kepada sikap individualistis dan mengkotak-kotakan diri dalam sekat-sekat kecil seperti golongan, partai, fam/keluarga, pertemanan dsb untuk berpacu memenuhi hasratnya masing-masing tanpa mengindahkan lagi  nilai-nilai luhur yang selama ini dipegang teguh masyarakat.

 

Permasalahan sosial tersebut direspon dengan begitu banyak usaha pemberdayaan masyarakat baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun kalangan swasta, Pemberdayaan Masyarakat yang telah dilakukan selama ini begerak dalam dua arus utama pemikiran yaitu neo-liberalism dan demokrasi sosial. Neo liberalism berpijak pada landasan teori bahwa kesejahteraan tergantung pada individual masing-masing, seseorang menjadi sejahtera karena memang dia secara individual rajin bekerja dan seseorang menjadi miskin karena memang secara individual orang tersebut malas, sedangkan aliran demokrasi sosial menganggap kesejahteraan berpijak kepada struktur yang ada, seseorang menjadi kaya karena struktur yang terbangun menguntungkan dirinya/ terbuka akesnyaa secara leluasa dan seseorang menjadi miskin karena struktur yang ada menghambat akses bagi orang-orang tersebut.

 

Terkait dengan masalah di atas, menarik untuk disimak, sebuah program Pemerintah bernama Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan/ P2KP (sekarang berubah nama menjadi Program Nasional Pemberdayaan masyarakat/PNPM) mencoba mengurai permasalahan sosial ini  dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis nilai (value base). Sebuah pendekatan yang relatif baru dalam menanggulangi kemiskinan di Perkotaan dengan menempatkan nilai/ moralitas baik sebagai landasan utama dalam mengembangkan masyarakat menuju perubahan ke arah yang lebih baik.   Secara masif program ini diluncurkan oleh pemerintah Indonesia mulai tahun 1999 s.d sekarang dan direncanakan masih berlangsung hingga 2015 nanti.

 

 

Sekilas tentang Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)

 

Dalam konsepnya, P2KP secara sederhana mampu menunjukan kepada kita bahwa persoalan sosial yang menghinggapi bangsa ini sebenarnya bisa diselesaikan oleh perbuatan-perbuataan yang baik (luhur), perbuatan baik tersebut diyakini akan berdampak positip terhadap perubahan sosial, tentunya perbuatan-perbuatan yang baik tersebut dilakukaan oleh orang-orang yang memiliki nilai-nilai kebaikan dalam dirinya. Agar orang-orang  

 

BKM adalah lembaga lokal masyarakat sebagai representasi nilai yang ada dalam satu desa atau kelurahan yang merupakan forum musyawarah dan pengambil keputusan

BKM, sebagai dewan pimpinan kolektif , yang bertanggung jawab untuk menggerakan potensi warga masyarakat kelurahan untuk menanggulangi kemiskinan, mempunyai tugas untuk membangun modal sosial di wilayahnya. Modal sosial yang dibangun akan menjadi modal (potensi) yang sangat besar bagi seluruh warga kelurahan untuk berjaringan di antara sesama warga, maupun dengan pihak luar.

 

Modal sosial yang harus dibangun oleh BKM:

§   Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan di antara anggota BKM

§   Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan antara BKM
dengan warga masyarakat

§   Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan antar kelompok masyarakat

Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan antara BKM,
masyarakat dan pihak luar

 Tentunya kita tidak berhenti ketika kita sudah menemukan orang-oraang baik, orang baik

P2KP dalam mengimplementasikan programnya  mengajak masyarakat belajar menemukan kebutuhan akan organisasi masyarakat melaui refleksi – refleksi, yaitu :

  • Refleksi Kemiskinan, untuk menemukenali penyebab kemiskinan termasuk pola – pola pengambilan keputusan dalam masyarakat, dan keterlibatan warga miskin di dalamnya.
  • Refleksi Kelembagaan, untuk mengkaji lembaga – lembaga masyarakat yang ada apakah sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masyarakat memahami substansi Organisasi Masyarakat Warga sebelum organisasi tersebut dibentuk, dimana keputusan masyarakat untuk kebutuhan pembangunan lembaga baru hanya bisa dilakukan apabila masyarakat memahami substansi dan organisasi masyarakat warga termasuk peran strategis, azas dan prinsip serta posisi, tugas dan fungsinya. Ini berarti bahwa sebelum keputusan pembangunan organisasi masyarakat warga, termasuk lembaga-lembaga yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi tersebut ditetapkan, telah dilakukan kegiatan sosialisasi secara intensif mengenai makna subtansif Organisasi Masyarakat Warga. Kebutuhan pembangunan organisasi dan lembaga masyarakat harus atas dasar penilaian warga masyarakat sendiri, tidak diatasnamakan atau diwakilkan kepada sekelompok orang atau sekelompok unsur/ perwakilan masyarakat tertentu. Fokus utama penggalian dan penjagaan kebutuhan masyarakat terutama pada aspirasi dari masyarakat miskin dan perempuan.
  • Refleksi kepemimpinan, sebagai penyadaran kritis terhadap kriteria pemimpin yang akan dipilih dan menjadi motor penggerak dalam BKM dan pembangunan masyarakat kelurahan.
  • Melibatkan masyarakat seluas mungkin, khususnya masyarakat miskin dan termiskin, dalam keseluruhan proses pembangunan organisasi dan kelembagaan, sejak tahap penilaian lembaga yang ada, pembahasan aturan dasar, pemilihan anggota dan lain-lain.

Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan  antara BKM dengan masyarakat

Sebagai pemimpin kolektif dari masyarakat warga, BKM harus mendapat kepercayaan warganya. Untuk kepentingan tersebut, BKM harus mengembangkan pola – pola hubungan yang dimbal balik antara  BKM dengan masyarakat.

Beberapa cara menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang bisa dilakukan oleh BKM adalah:

§   Menjalankan tugas yang diamanahkan oleh masyarakat dengan pengelolaan yang jujur dan adil. Adil bukan berarti bagi rata, akan tetapi menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan yang nyata, bukan untuk kepentingan pribadi. Contohnya dalam menentukan penerima manfaat langsung, harus berdasarkan data KK miskin berdasarkan hasil PS, bukan atas dasar kekeluargaan atau kedekatan.

§   Tidak mencari keuntungan pribadi, akan tetapi menjalankan tugas dan tanggung jawab semata – mata untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

§   Mampu melindungi masyarakatnya (terutama warga miskin), tidak memihak kepada kelompok tertentu akan tetapi memberikan kesempatan  kepada semua warga untuk terlibat dalam keseluruhan kegiatan.

§   Memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada warga mayarakat untuk berpartisipasi dalam proses dari menemukenali masalah (refleksi kemiskinan dan pemetaan swadaya,merencanakan (menyusun PJM) dan monitoring evaluasi kegiatan, walaupun keputusan terakhir BKM yang menentukan sebagai pengambil kebijakan.

§   Memberikan informasi mengenai kegiatan BKM, keuangan  dan informasi lain yang dibutuhkan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan yang menjadi tanggung jawab BKM (transparansi). Transparansi informasi tersebut bisa melalui informasi terbuka di kantor BKM, papan pengumuman yang ditempatkan di tempat strategis, rapat tahunan atau rapat lain apabila diperlukan, melalui media warga dan sebagainya.

§   Mempertanggung jawabkan pengelolaan keuangan dengan audit independen dan lainnya ,kegiatan – kegiatan yang dilakukan dalam rapat pertanggungjawaban  dan kebijakan yang dikeluarkan (akuntabilitas).

 

Menumbuhkan kerjasama dan kepercayaan antar warga masyarakat

Dalam mencapai tujuan penanggulangan kemiskinan, masyarakat tidak bisa bergerak sendiri – sendiri, akan tetapi perlu kerjasama di antara mereka. Untuk dapat bekerjasama diperlukan hubungan sosial yang kuat dan guyup (Jawa). Oleh karena itu BKM perlu menggerakan modal sosial di masyarakat dengan menciptakan hubungan – hubungan tadi dengan berbagai cara di antaranya :

§   Menumbuhkan kepedulian warga dengan menggerakan kesadaran kritis masyarakat terhadap permasalahan bersama terutama yang menyangkut kemiskinan dengan cara melakukan refleksi kritis dengan berbagai pihak, misal melalui Komunitas Belajar Kelurahan; melibatkan seluruh unsur masyarakat di dalam setiap tahapan program dari mulai identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan sampai monitoring evaluasi.

§   Menggalang kegiatan yang bisa menumbuhkan kebersamaan melalui kelompok – kelompok seperti KSM, sehingga KSM dibentuk bukan hanya sekedar untuk kepentingan pencairan dana BLM akan tetapi menjadi sarana kegiatan bersama. Saling menghargai, saling percaya di antara anggota kelompok akan tumbuh apabila kelompok tersebut dibangun dalam suasana keterbukaan, kejujuran, keikhlasan dan saling peduli di antara anggotanya. Dalam kelompok yang seperti ini yang menjadi hal utama adalah tujuan kelompok bukan tujuan pribadi. Kejujuran dalam pengelolaan KSM juga akan menjadi modal untuk dapat dipercaya oleh kelompok masyarakat yang lain baik warga kelurahan setempat atau pihak lain, sehingga kemungkinan untuk bermitra dengan berbagai pihak menjadi sangat terbuka. Misal: pengembalian dana bergulir dari KSM, akan menumbuhkan kepercayaan dari warga lain, juga BKM terhadap KSM tersebut.

 

Menumbuhkan kerjasama antara BKM dengan pihak luar

Apabila kerjasama dan kepercayaan  dalam ketiga hal di atas dapat terwujud, hal tersebut merupakan modal bagi BKM untuk dapat dipercaya oleh pihak luar. Apabila kepercayaan pihak luar sudah tumbuh, merupakan keniscayaan bagi para pihak baik itu lembaga swasta, pemerintah maupun individu–individu untuk mau bermitra denngan BKM.

BKM yang menjunjung tinggi kejujuran, keterbukaan, keadilan, tidak mementingkan kepentingan pribadi dan bekerja  untuk kepentingan penanggulangan kemiskinan merupakan modal sosial yang sangat besar untuk dapat memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak baik masyarakat kelurahan maupun pihak luar. Dengan demikian modal sosial ini akan menjadi modal yang sangat penting untuk mengembangkan jaringan dengan berbagai pihak,  sehingga masyarakat dapat semkin maju dan sejahtera.

 

 

Menyadur dari ceramah Da’i kondang K.H Abdulah Gymnastiar, untuk menuju perubahan dibutuhkan minimal 3 M, yaitu :

  1. Mulailah dari hal yang kecil
  2. Mulailah dari diri sendiri
  3. Mulailah pada saat ini juga

 

 

Kriteria dan Pemilihan Pemimpin Kolektif BKM

Dalam menentukan kriteria pemimpin, masyarakat diajak berdiskusi melalui FGD – FGD kepemimpinan dengan menggunakan beberapa tools yang sudah disiapkan berupa pertanyaan – pertanyaan kritis untuk menemukan bahwa pemimpin dipilih bukan atas golongan, jabatan, jenis kelamin dan lainnya akan tetapi berdasarkan kepada sifat – sifat baik.

Dari diskusi yang berkembang biasanya masyarakat menemukan bahwa kriteria pemimpin yang diharapkan adalah yang jujur, adil, peduli dan ikhlas sedangkan kriteria yang menyangkut kemampuan intelektual biasanya tidak menjadi prioritas. Orang – orang yang mempunyai sifat – sifat baik, biasanya ditentukan atau bisa diidentifikasi dari ‘track record’ sikap perilakunya sehari – hari.  Oleh karena itu dalam pemilihan anggota BKM sebagai pemimpin dari organisasi masyarakat warga dilakukan dari mulai komunitas terkecil seperti RT, karena hanya orang – orang yang mengenal dari dekat yang tahu sikap perilaku seseorang sehari – hari.

Proses pemilihan anggota BKM juga tidak melalui pencalonan dan kampanye, karena biasanya orang –orang yang mempunyai kriteria seperti disebutkan di atas tidak suka menyombongkan diri dan dengan sengaja ingin dipilih. Selain itu kampanye dan pencalonan seringkali tidak memberikan kesempatan yang luas kepada semua warga untuk ‘muncul’ sebagai pemimpin. Orang yang dicalonkan oleh kelompok tertentu, pada saat terpilih harus menyuarakan aspirasi kelompok yang diwakilinya sehingga menyebabkan ketidakadilan dalam pengambilan keputusan. Anggota kepemimpinan kolektif BKM bukanlah perwakilan golongan, akan tetapi merupakan perwakilan dari nilai – nilai (sifat – sifat baik). Dengan demikian mereka bertanggungjawab untuk mengambil keputusan berdasarkan sifat – sifat baik tadi,sehingga yang bisa me ‘re-call’ mereka adalah pengingkaran terhadap sifat – sifat baiknya.

Untuk menjamin orang – orang baik yang muncul sebagai pemimpin kolektif, proses pemilihan dilakukan sebagai berikut :

  • Pemilihan di tingkat akar rumput , dilakukan di tingkat RT atau komunitas terkecil. Warga masyarakat yang mempunyai hak pilih (warga dewasa), diminta untuk menuliskan 3 – 5 nama yang menurut mereka sesuai dengan kriteria yang telah disepakati bersama pada saat refleksi kepemimpinan.  Apabila sudah selesai maka dilakukan penghitungan suara di depan seluruh pemilih dan ditentukan siapa yang akan masuk ke putaran pemilihan tingkat desa/kelurahan. Penentuan jumlah yang akan masuk ke pemilihan tingkat kelurahan/desa sudah ditentukan sebelumnya dalam proses penyusunan tata tertib pemilihan.
  • Pemilihan di tingkat kelurahan/desa. Semua orang yang sudah terpilih dalam komunitas terkecil menjadi calon di tingkat kelurahan/desa dan mempunyai hak pilih dan dipilih. Maisng – masing calon diberi hak untuk menuliskan 3 – 5 nama yang dipilih dari daftar semua calon yang masuk ke tingkat kelurahan/desa.

Dengan pemimpin kolektif yang mempunyai kriteria sifat – sifat baik, diharapkan akan memunculkan keputusan yang adil dan didasarkan pada keikhlasan dan kejujuran, sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga dan pemimpin. Kepercayaan merupakan modal yang sangat berharga bagi BKM, dengan kepercayaan swadaya dan keterlibatan masyarakat bisa digalang dengan lebih mudah, di pihak lain juga akan menumbuhkan kepercayaan pihak luar untuk bermitra dan berjaringan dengan BKM dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

 

adalah pemberdayaan masyarakat dalam rangka  peningkatan kapasitas maupun peningkatan akses bagi masyaraakat, akan tetapi Pemberdayaan berbasis peningkatan kapasitas/ peningkatan akses  tanpa dibarengi dengan peningkatan nilai-nilai luhur  ternyata hanya melahirkan bentuk – bentuk KKN baru (neo KKN) padahal seharusnya pemberdayaan masyarakat menciptakan ikatan sosial masyarakat yang kuat untuk kesejahteraan bersama.


Blog EntryMar 31, '09 5:16 AM
for everyone

Kelurahan / Desa

Nama BKM

Nama Kegiatan

Nama Lembaga Mitra/ Individu

Sumber Pendanaan

Keterangan

BLM (Rp)

Lembaga Mitra ( Rp )

Latuhalat

Kasih

Pipanisasi

Drs. Lukcy Wattimury

 

 

 

 

 

Bak Penampung

Richard Louhenapessy

 

  6,000,000

1 bak

 

 

Bak Penampung

Richard Louhenapessy

 

6,000,000

1 bak

 

 

Pemasangan Intalasi/Listrik

Ibu Watratan

 

 900,000

 

 

 

Penambahan, pompa, pipa

Gub. Maluku

 

10,000,000

 

Urimessing

Lestari

Pipanisasi

PDAM

 

 

Pantuan Pipa

Silale

Rahmat

Les Bahasa Inggris

BKSBM

 

 

 

Honipopu

Mutiara

Pelatihan Ketrampilan

Disperindang

 100,000,000

2,500,000

1 Kegiatan

Pandan Kasturi

Pankas mandiri

Pipanisasi

Dream Succes airinda

 87,000,000

470 m pipa Induk

Negeri Lama

Maranatha

Pelatihan Wirausaha

Balai diklat Pelatihan Disperindang Prov & Dinas Perindustrian Kota ambon

 3,000,000

1,500,000

Materi & Pencerahan

Lateri

Nuntetu

Pelatihan Wirausaha

 Dinas Perindustrian & Dinas Sosial

 4,000,000

1,500,000

Materi & Pencerahan

Galala

Wairuhu

Penambahan Jaringan Pipa Air Bersih

PDAM Kota Ambon

56,000,000

 5,000,000

15 Titik Kran Pelaksanaan Teknis

Halong

Anugerah

Jaringan Pipa Air Bersih

PDAM Kota Ambon

6,000,000

1,000,000

Pipa Air di bantu PDAM

Passo

Manggurebe Maju

Pelatihan Perencanaan Usaha

Dinas Koperasi Kota Ambon

 3,000,000

750,000

Materi & Pencerahan

 

 

Pelatihan Manajemen Usaha

Lembaga Pemberdayaananak Terlantar

 3,000,000

 1,000,000

Materi & Pencerahan

Hunut

Sumber Kasih

Pelatihan Manajemen Keuangan " Achievement Motivation Traning "

Jaika & Yayasan Okaleo

 

 Rp                 23,750,000

Terlaksana Selama 3 Hari di LPMP Tihu

Poka

Lalory

Tihu

Tihu

Rumah Tiga

basudara

Wayame

Anugrah

Hative Besar

Aminata

Tawiri

Mekar Mandiri

Laha

Bina Usaha mandiri


Photo AlbumFOTOKU YANG ASLIMar 27, '09 10:28 PM
for everyone


Blog EntryMar 21, '09 8:13 PM
for everyone

CATATAN HARIAN KORKOT

Ambon, 21 Maret 2009,

Siang itu matahari belum cukup tinggi meninggalkan ufuknya kira-kira jam 09.30 WIT Tim Uji Petik Korkot Ambon sudah meluncur ke Desa Latuhalat, rencana dalam uji petik ini akan didampingi Satker PBL akan tetapi karena ada kepentingan keluarga Satker PBL tidak bisa mendampingi uji petik ini,Walaupun demikian kami tetap melakukan uji petik sesuai rencana yaitu ke Desa Latuhalat dan Kel. Silale.

KSM yang pertama dikunjungi adalah KSM Damai RT002/04 dusun Waimahu 2 Desa Latuhalat.  sesampainya di sana kami disambut oleh Bapak Raja Latuhalat, Anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bahkan ada aparat Babinsa turut menyambut kami. Setelah berbincang bincang sebentar kami langsung meninjau KSM yang kebetulan sedang melaksanakan finishing pekerjaan. Beberapa pekerja perempuan tampak sedang istirahat sedangkan beberapa pekerja laki-laki sedang melakukan pengacian.   Dalam bincang-bincang  dengan pekerja perempuan didapat informasi bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini atas dasar kemauan mereka sendiri, mereka rela memikul karung-karung pasir,batu-batu dari atas bukit menuruni lembah sejauh beberapa kilo meter. Kaum Perempuan di dusun ini tidak mau ketinggalan  dari kaum laki-laki dalam memperhatikan lingkungannya. Hal tersebut di amini oleh Kordinator BKM dan Tim Faskel bahwa keswadayaan di dusun ini sangat tinggi, masyarakat senang dengan program PNPM Perkotaan karena mereka bisa menjadi pelaku pembangunan bukan seagai penonto belaka.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke KSM Wewaai di RT 001/14, KSM tersebut mengerjakan Pekerjaan Sumur Bor, Menurut pengakuan Ketua KSM Bp. S. Salhuteru, Masyarakat di daerahnya sudah berpuluh-puluh tahun kesulitan air, belum ada program yang masuk ke daerahnya peduli dengan permasalahan besar yang di hadapi warganya, selama berpuluh-puluh tahun masyaraat mengambil air ke lokasi yang sangat jauh dengan cara dipikul, oleh karena itu masyarakat di sini sangat senang dengan PNPM Perkotaan karena sebentar lagi keinginan pemenuhan air akan segera terwujud sehingga anak-anakpun dikerahkan setiap pulang sekolah membawa satu jerigen kecil air untuk keperluan pengeboran, namun tuturnya melemah ketika beliau menyatakan bahwa pengerjaan sumur bor ini sudah pindah untuk kali ke enam, selama ini pekerja selalu menemukan batu yang sangat susah ditebus sehingga harus berpindah-pindah titik, Beliau berharap untuk kali ke enam ini tidak menemui batu keras lagi sehigga keinginan warga memiliki sumber air bersih segera terwujud.

Setelah itu barulah kami diskusi  dengan BPk. Raja, BKM, dan KSM mengenai pelaksanaan BLM di Desa Latuhalat, setelah selesai berdiskusi lalu kami melanjutkan Uji Petik ke Kelurahan Silale di Pusat kota Ambon.      



Salam kenal untuk sobat-sobatku di seluruh Indonesia. Merdeka..! Bahagia sekali rasanya bisa mengenal dan bergabung bersama P2KP (PNPM Mandiri Perkotaan) sejak 24 Juli 2007. Perasaan bahagia dan was-was bercampur menjadi satu saat saya harus bertugas pertama kalinya di Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru. Di sana, saya harus betul-betul menjadi wanita tegar dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan.

Sebelumnya, saya ingin mengatakan, memang betul kata pepatah: “tak kenal maka tak sayang”. Semakin kita mengenal P2KP, semakin cinta pula kita pada pekerjaan ini. Pekerjaan yang betul-betul membutuhkan kesabaran dan kecintaan kita pada masyarakat. Bahagia rasanya jika kita dapat membantu masyarakat meningkatkan kapasitas kehidupan mereka dalam segala aspek, baik aspek lingkungan, sosial maupun ekonomi.

Bicara mengenai gender, selalu saja perempuan dinomorduakan. Namun, melalui P2KP ini, kita bisa membuktikan bahwa sebenarnya gender tidak perlu dibahas, karena sebenarnya kemampuan laki-laki dan perempuan adalah sama. Semua tergantung individu masing-masing. Pertanyaannya adalah mau atau tidak kita mengubah nasib kita?

Terkait itu, saya sangat senang dan bahagia dengan apa yang dilakukan BKM Mutiara, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau. Karena, mereka memberikan skill atau peningkatan kapasitas kepada KSM-KSM Ekonomi melalui produksi rangkaian bunga dari sampah-sampah tepi pantai. Juga, menyulam, membuat bros dan anting dari sirip ikan yang sudah dikeringkan. Hasil kerajinan tadi mereka jual, bahkan melakukan channeling dengan beberapa instansi terkait.

Selanjutnya, saya ingin mengajak wanita-wanita Indonesia untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan. Kita harus maju! Karena dari tangan kita akan lahir pahlawan-pahlawan masa depan. Setuju atau tidak, mau atau tidak, tergantung bagaimana cara berpikir kita. Terima kasih juga kepada Korkot Ambon dan teman-teman Faskel yang solid. (Tim Faskel Korkot Ambon, KMW XV P2KP-3 Maluku, Ambon, Papua, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)


Photo AlbumCHANELLING BKMMar 19, '09 9:51 AM
for everyone

CHANELLING BKM HONIPOPU DENGAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA AMBON MENGADAKAN PELATIHAN KERAJINAN TANGAN KEPADA KSM-KSM

Photo AlbumDUKUNGAN PEMKOT AMBONMar 19, '09 9:04 AM
for everyone

KUNJUNGAN WAKIL WALIKOTA AMBON KE LOKASI PENDAMPINGAN PNPM P2KP

MusicMar 19, '09 6:00 AM
for everyone
Ila fadila   

Photo AlbumFOTO BLM II DAN IIIMar 13, '09 7:43 PM
for everyone


NoteBUKU TAMU
   
h3n3k3l2008 wrote on Apr 13, '10
3wahyudi wrote on Jun 30, '09
Salam kenal...aku Wahyu dari UNICEF jakarta yang juga sedang menjalankan program di bbrp kabupaten di Maluku..
belajarseo wrote on Mar 29, '09
sitenya bagus ya...
tapi apakah anda tau 85% pengguana internet pakai search engine (ex google) tuk nyari pa yang mereka tau dengan kata tertentu?. Coba bayangkan misalnya site kita da diurutan atas hasil pencarian site kita akan lbih banyak skunjungi tentunya. Tehnik yang dipakai tuk buat itu terwujud adalah teknik SEO. Dapatkan informasiya di :
http://belajarseo.multiply.com atau
http://belajarseos.blogspot.com atau
http://tinyurl.com/cyyo35
dapatkan informasi soal bisnis internet di
http://uang-panass.blogspot.com atau
http://tinyurl.com/5b8gew
kulinerkita wrote on Mar 27, '09
eviindriani wrote on Mar 24, '09
www.gudangbelanja.com Grosir dan Retail Baju Bayi, Anak-Dewasa branded Sisa Eksport & Import, Mudah, Murah Berkualitas. Transaksi Online Otomatis 24 Jam/Hari & 7 hari/Minggu. Keterangannya lengkap, banyak model, bahannya halus dan lembut. Di jamin gak akan nyesel deh....! Mampir ya ...
1sty wrote on Jan 7, '09
Pak Iik dan semua teman-teman di Maluku, Selamat Tahun Baru 2009. Semoga tahun ini menjadi awal kesuksesan karir dan program kita semua. Amiiiin..

Pak Iik, suami Nina baik-baik aja. Hehehe.. Blog Nina mah gak resmi2, Pak, malah slebor pisan, makanya terkesan rame. Hahaha.. Soal trouble internet, di Jakarta juga sering, Pak.. Tau sendiri kan web sering down. Sekarang lagi dibongkar2 dulu, dilihat yang jadi permasalahan utama tu apa...soal WB pasti bawel deh kalo web mati. Hahaha... Doakan aja yaa, biar ke depannya web membaik ya, Pak..

Bravo Maluku! Bravo Pak Iik Tohara.. :)
nevritha wrote on Dec 15, '08
Lumayan lah..
secara mantan korkod ini..
emang doyan ngubek2 internet..
bravo yah pak!!!

bitte^^
p2kpmaluku wrote on Jul 9, '08
apa kabar neng Nina geulis???? gmn khabar suami baik-baik aja toh??? blog neng Nina seru banget....... iya sy pengen update tapi di Ambon sering trouble jaringan internetnya membikin gairah berinternetku menurun, seandainya ada speedy mungkin tiap hari aku online deh dan meng update blog ku. denger-denger bulan depan speedy masuk Ambon....... makasih sdh mengunjungi situsku ya.......
p2kpmaluku wrote on Jul 9, '08
hyreis said
salam kenal
mas, dr pengalamannya di lapangan..
da ga masalah2 secara sosial-buadaya terkait pelaksanaan program2 p2kp.
sy sedang mengajukan topik skripsi
trims
salam kenal juga, kebetulan kami melakukan pendampingan di Ambon sebuah kota yang pernah dicabik-cabik perpecahan dan kerusuhan bernuansa sara beberapa tahun yang lalu, rasanya yang perlu diselidiki adalah sejauh mana konflik yang telah berlangsung bisa berdampak positif ataupun negatif terhadap berbagai program yang ada di Kota Ambon ini........... atau masalah sosial budaya lainnya banyak sih yang bisa dijadikan kajian seperti masalah pengungsi, masalah pela gandong, budaya lokal yang lenih cenderung "gengsiam" dll
hyreis wrote on Jul 2, '08
salam kenal
mas, dr pengalamannya di lapangan..
da ga masalah2 secara sosial-buadaya terkait pelaksanaan program2 p2kp.
sy sedang mengajukan topik skripsi
trims
1sty wrote on Jun 20, '08
Pak Iik,
hayoooo, di-update lagi blog-nya.
hehe.. :)

Salam kompak!
*redaksi P2KP, Jkt*
elmianto wrote on Jun 12, '08
Numpang lewat..
elmianto wrote on Jun 12, '08
Salam..
ritha20 wrote on May 2, '08
ritha20 wrote on Mar 28, '08
p2kpmaluku wrote on Mar 9, '08
Dangke nyonya par ale pung kartu yang imut....................
Pages:12345